Tekad
Menggila Dengan Kayuhan Sepeda
Oleh:
Najmah Munawaroh
Judul Buku : Indonesia dan Aku “Catatan bersepeda Ronny
Hartono”
Penulis : Ronny Hartono
Penyunting : Muslichin HN
Penerbit : Lestra
Tahun terbit : Mei 2014
Tebal buku : XV+ 121 hlm, 14 x 21
Ronny Hartono merupakan nama asing dalam
hal kepenulisan, namun beliau tidaklah asing di dunia petualangan, pendakian
gunung, hingga terkenal akan Onthelis yang telah mengelilingi nusantara dengan
sepeda Onthel yang diberi nama Pertiwi Nusantara. Beliau lahir di Surabaya 17
Agustus 1978. Selain ia telah menaklukan 17 puncak tertinggi dengan sepeda
Onthelnya, beliau juga pernah mengelilingi Nusantara dengan berjalan kaki
selama 5 tahun ( 26 Agustus 2001- 29 Desember 2006). Sejauh ini Ronny belumlah
menulis buku selain Catatan perjalanannya ini, beliau menulis buku ini
dimaksudkan untuk memotivasi generasi-generasi baru yang dapat menirunya dalam
konteks yang lebih luas.
Buku ini memiliki kesamaan dengan buku biografi namun
cerita perjalanannya belum dapat ditiru oleh orang tanpa motivasi yang kuat
untuk meraih cita-cita dengan kecintaan akan tanah iar yang tinggi.
Buku ini menceritakan tentang perjalanan Seorang Ronny
Hartono seorang Onthelis dari Kendal yang bertekad untuk mengelilingi keempat
penjuru Indonesia dengan maksud menjalin silaturahim dengan masyarakat yang
akan ditemuinya nanti dan memenuhi hasrat serta cita-citanya mengelilingi
Indonesia. Kisah berawal dari perjalanannya bersama sahabatnya Rochim yang
memiliki tekad gila untuk sampai ke sabang dengan menggunakan Sepeda Onthel
tahun 60-an. Perjalanan dimulai pada awal Mei 2010 diamana Ronny dan Rochim
menyusuri jalan mulai dari Lampung, Palembang ,Riau, Medan, Aceh, hingga
akhirnya sampai di Sabang. Perjalanan mereka adalah perjalanan yang sangat
berharga, dari beberapa daerah yang mereka singgahi mereka mendapat pengalaman
akan suku, budaya, makanan khas, adat serta keramahan orang Indonesia yang
selama ini dianggap tabu oleh masyarakat Indonesia sendiri. Dari cerita singkat
beliau saya serasa diajak berkeliling Indonesia selama 2 jam, serta pengetahuan
dan kecintaan terhadap Indonesia saya semakin bertambah. Keindahan Panorama
alam yang ditawarkan dalam setiap perjalanan menjadi daya tarik tersendiri dari
buku ini.
Dilanjutkan dengan Ekspedisi yang ia lakukan kali ini
menembus batas Pulau terluar dari Indonesia, Pulau Ndana dan Miangas. Rute yang
ia tempuh kali ini rute timur. Dimulai dari Semarang , Surabaya, Bali, NTB dan
NTT. Dalam bagian tulisannya kali ini beliau benar-benar mampu menggambarkan
betapa beratnya perjalanan, kuatnya tekad serta keinginan.
Bagian dari buku ini yang sangat saya sukai adalah
ekspedisi 17 Puncak Tertinggi. Bagaimana tidak, saya sangat tertarik dengan
tulisan Ronny akan keindahan alam, perjuangan keras, cerita dari masing-masing
gunung, pengorbanan, hingga rasa sakit yang menjadi resiko dalam petualangan
menaklukan puncak-puncak tertinggi bersama teman-temannya. Mulai dari Gunung
Gede, Cermai, Slamet, Sindoro, Sumbing, Merbabu, Welirang, Semeru, Agung,
Rinjani, Kerinci, Guntur, Lawu Merapi, Arjuna, Penanggungan dan sebagai
penutupan dalam ekspedisi ini adalah Gunung Ungaran.
Cover buku dengan gambar seorang Ronny Hartono bersama
sepeda Onthelnya sudah sangat mewakilkan isi dari buku ini, dengan background
warna langit yang cerah ditambah dengan wajah Ronny Hartono yang mantap dan
judul yang bertuliskan Indonesia dan Aku yang mengisahkan perjalanannya dengan
sejuta kisah Ibu Pertiwi yang telah ia lalui bersama sepedanya. Meski ada
beberapa kesalahan cetak namun tidak serta mengurangi nilai dan amanat yang
mampu kita ambil dari buku tersebut.
Pembahasan dari perjalanan demi perjalanan yang dilalui
oleh penulis juga diceritakan dengan baik sehingga mampu memberikan suasana
nyata kepada pembaca kalau kita benar-benar sedang diajak berkeliling Indonesia
melalui tulisan. Buku ini sangat bermanfaat bagi para pecinta alam dan yang
mengaku memiliki jiwa petualang. Karena banyak pelajaran akan apa yang
dinamakan meraih cita-cita, tekad kuat dan perjuangan itu sendiri. Selamat Membaca.
Buku nya masih dijual gk yaa...?
BalasHapusMasih ada bisa kontak PI solo atau Pi Kendal
BalasHapus