Perubahan iklim bukanlah isu belaka, akan
tetapi perlahan menjadi fakta yang tidak bisa dihindarkan. Semakin banyaknya
penggunaan bahan emisi dan gas carbon yang tidak terkendali semakin memperparah
kondisi atmosfer. Suhu rata-rata permukaan bumi dan laut semakin meningkat
menunjukkan bahwa pemanasan global memberikan ancaman yang cukup besar bagi
keberlangsungan makhluk hidup di masa mendatang.
Meningkatnya suhu di permukaan laut berakibat
pada kelestarian Great Barrier Reef yang membentang 2.300 mil di lepas pantai timur laut Australia. Ekosistem ini merupakan sistem
terumbu karang terbesar di dunia yang penuh dengan kehidupan biota laut.
Penelitian terbaru telah mengungkapkan bahwa lebih dari 90 persen dari Great
Barrier Reef mengalami pemutihan. (liputan6.com). Dari 911 terumbu karang yang disurvei, hanya 68 (7 persen) lolos dari
pemutihan, sementara antara 60 hingga 100 persen dari karang terkena pemutihan
sekitar 316 terumbu(nat.geo). Pemutihan karang terjadi karena karang kehilangan alga,
sehingga membuatnya mengalami pengapuran akibat peningkatan temperatur laut.
Karang yang mengalami pemutihan ringan bisa kembali pulih jika suhu laut turun
jika tidak, karang akan mati. Fenomena pemutihan terumbu karang di Sydney
semakin parah karena pengaruh El-Nino.
Berdasarkan penuturan Prof
Hughes, “dari 520 gugusan terumbu karang yang di survey, hanya ada 4
gugusan saja yang terbukti tidak mengalami pemutihan, kondisi
yang demikian dapat merubah Great Barrier Reef selamanya”.
Terry Hughes, perwakilan
Nasional Coral Bleaching Taskforce juga menyatakan, “Kami belum pernah melihat skala
pemutihan ini sebelumnya, di bagian utara Great Barrier Reef, itu seperti 10
siklon datang sekaligus”.
Pemberitaan maupun hasil studi yang demikian menunjukkan
peran iklim sungguh berpengaruh cukup besar dalam ekosistem, khususnya bagi perkembangan
dan ekosistem di Great Barrier Reef. Keindahan alam yang senantiasa terjaga
selama puluhan tahun seketika berubah bahkan mengganggu keseimbangan alam.
Secara kasat mata pemutihan terumbu karang tidak mempengaruhi kehidupan manusia
hari ini, akan tetapi kenaikan suhu di lautan yang mengakibatkan pemutihan
terumbu karang sudah mempengaruhi ekosistem lautan secara perlahan.
Dikhawatirkan biota laut seperti ikan-ikan tropis bermigrasi ke daerah yang
lebih dingin seperti daerah kutub, sehingga keseimbangan ekosistem menjadi
terganggu. Fenomena demikian tidak bisa berhenti dengan sendirinya ataupun
berhenti secara total tanpa ada usaha dari manusia dalam mengurangi polusi,
emisi gas, sedimentasi, dan penangkapan ikan yang berkelanjutan tanpa ada jeda
waktu tertentu.